Tulisan Ketiga
Dianggap Gagal Menangani BlackBerry, Thorsten Heins Tetap Diberi Pesangon 22 Juta Dolar?

Dianggap Gagal Menangani BlackBerry, Thorsten Heins Tetap Diberi Pesangon 22 Juta Dolar?
BlackBerry pada akhirnya batal dibeli oleh Fairfax, namun menerima suntikan dana investasi senilai 1 miliar dolar. Imbas lainnya, CEO Thorsten Heins dicopot dari jabatannya. Selama ini Heins memang dianggap tidak berhasil mengangkat BlackBerry, namun kemungkinan ia tetap akan mendapatkan sejumlah uang senilai 22 juta dolar (Rp. 250,6 miliar).
Jumlah tersebut bahkan masih lebih kecil dari persetujuan antara Heins dengan perusahaannya. Jika seandainya BlackBerry berhasil terjual, Heins akan mengantongi uang senilai 56 juta dolar (Rp. 637,8 miliar). Terlihat dari surat kontraknya, kegagalan terbesar Heins dalam masa jabatannya di BlackBerry adalah tidak menemukan pembeli untuk perusahaan asal Kanada ini.
Dianggap gagal namun dapat pesangon besar ini mirip-mirip dengan kasus Stephen Elop, yangmendapat berkah 18,8 juta euro karena Nokia berhasil terjual kepada Microsoft.
Sumber:
http://www.teknoup.com/news/27100/dianggap-gagal-menangani-blackberry-thorsten-heins-tetap-diberi-pesangon-22-juta-dolar/
Analisis:
1. Hasil analisis dari segi Kata
Isi artikel terdiri dari 120 kata, pembagian jumlah kata
berdasarkan paragraf masing-masing yaitu paragraf pertama,48 kata, pada
paragraf kedua, 49 kata, dan 23 kata pada paragraf ketiga.
2. Hasil analisis dari segi Kalimat
Dari hasil analisis saya, artikel tersebut kalimatnya cukup jelas.
3. Hasil analisis dari segi Kesatuan Alinea
Kesatuan alinea dalam artikel tersebut masih kurang atau
dapat dikatakan banyak terdapat kalimat sumbang atau sulit untuk dimengerti
oleh pembaca. Alinea pertama merupakan alinea definisi, alinea kedua merupakan
alinea penguraian, dan alinea ketiga merupakan alinea kesimpulan.
4. Hasil analisis dari segi Topik
Topik artikel di atas cukup menarik bagi seotang pengusaha dibidang IT terutama penjual smartphone.
5. Hasil analisis dari segi Isi Artikel
Isi yang diuraikan dalam artikel di atas masih sejalan dengan
topik fenomena multimedia.
6. Logika
Artikel diatas masih bisa di pikir menggunakan logika. Namun terlalu dilebih-lebihkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar