KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Definisi
Komunikasi
dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang
bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa
menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari.
Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan
perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Komunikasi Dalam Organisasi
Pengertian Komunikasi
Untuk memahami
pengertian manajemen
komunikasi,
terlebih dahulu dijelaskan
pengertian komunikasi
secara umum. Kata komunikasi berasal
dari bahasa
latin communication yang berarti
‘pemberitahuan’ atau ‘pertukaranpikiran’. Jadi, secara garis
besar, dalam suatu proses komunikasi harus
lah terdapat unsure – unsure kesamaan makna agar terjadi suatu
pertukaran pikeran
dan pengertian
antara komunikator (penyebarpesan) dan komunikan (penerimapesan).
Dalam bahasan ini, di bicarakan pula
mengenai proses-proses yang terjadi dalam organisasi (formal). Adapun mengenai
proses-proses tersebut antara lain :
-
Proses mempengaruhi
( wewenang dan kekuasaan )
Suatu proses
adalah setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh manajemen untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi. Sedangkan pengaruh menurut Scott dan Mitchell
merupakan suatu transaksi sosial dimana seorang atau kelompok orang digerakkan
oleh seseorang atau kelompok orang lain untuk melakukan kegiatan yang sesuai
dengan harapan mereka yang mempengaruhi. Dalam hal ini suatu pengaruh sangat
berhubungan dengan kekuasaan dan wewenang. Yang dimaksud dengan kekuasaan
adalah kemampuan untuk mempunyai pengaruh, sedangkan wewenang merupakan salah
satu tipe dari kekuasaan.
Dalam proses mempengaruhi memcakup
tiga unsur yaitu :
1. Orang yang mempengaruhi ( O ).
2.
Metoda
mempengaruhi ( -> ).
3.
Orang yang
dipengaruhi ( P ).
Secara
singkat proses mempengaruhi dapat digambarkan sebagai berikut :
O -> P
Metoda-metoda mempengaruhi tersebut, dilaukan
dalam banyak konteks, hal ini benar terutama bila didasarkan pada kenyataan
bahwa O dan P dapat ditafsirkan sebagai kelompok maupun individual. Oleh karena
itu, daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan berikut :
1.
Antara
perseorangan
2.
Kelompok dengan
seseorang
3.
Kelompok dengan
kelompok
4.
Seseorang dengan
kelompok
5.
1.
PENGERTIAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
a.
Definisi
Pengambilan keputusan secara
universal didefinisikan sebagai pemilihan di antara berbagai alternatif yang
mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah. Proses pengambilan
keputusan berkaitan erat dengan semua fungsi-fungsi manajemen tradisional.
b. Jenis-jenis Pengambilan Keputusan
Pengambilan
keputusan diinterpretasikan sebagai tercakup pada fungsi perencanaan manajemen,
karena perencanaan menyangkut keputusan-keputusan sangat penting dan jangka
panjang, seperti penetapan tujuan, penentuan sumber daya yang digunakan dan
pemutusan siapa yang akan melaksanakan setiap tugas yang dibutuhkan. Ada
beberapa jenis pengambilan keputusan organisasi melalui pengklasifikasikan
sebagai berikut :
-
Keputusan-keputusan
perseorangan dan organisasi
Adalah
keputusan yang dilakukan oleh perseorangan berupa keputusan berpatisipasi dan
keputusan berproduksi demi organisasi.
-
Keputusan-keputusan
pribadi dan organisasional
Chester Barnard menjelaskan adanya perbedaan
antara keputusan pribadi dan organisasional yaitu, perbedaan dasarnya adalah
bahwa keputusan-keputusan pribadi (personal decision) biasanya tidak dapat di
delegasikan kepada orang lain, sedangkan keputusan-keputusan organisasional
(organizational decision) sering didelegasikan.
-
Keputusan-keputusan
dasar dan rutin
Mc. Farland mengemukakan bahwa
keputusan-keputusan dasar merupakan keputusan unit investasi dalam jumlah
besar, keputusan satu kali yang menyangkut komitmen (keterkaitan) jangka
panjang dan relatif permanen, dan tinggi derajat pentingnya karena suatu
kesalahan pengambilan keputusan akan mencelakakan organisasi secara serius.
Sedangkan keputusan rutin adalah keputusan-keputusan yang sangat berlawanan
dengan keputusan dasar. Tipe keputusan ini merupakan keputusan setiap hari
bersifat sangat repetitif (berulang-ulang) dan mempunyai sedikit dampak pada
organisasi keseluruhan.
Suatu
keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana
terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan
suatu keputusan adalah rasional secra organisasional bila keputusan diarahkan
ke tujuan-tujuan individual.
c. Faktor
Berikut
ini adalah berbagai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan :
1. Posisi
Posisi dibedakan menjadi letak posisi dan
tingkatan posisi dalam pengambilan keputusan. Letak posisi dibedakan menjadi
pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah
staf (staffer). Sedangkan tingkatan posisi dibedakan menjadi strategis, pilicy
(kebijakan), peraturan, organisasional, operasional, dan teknis.
2. Masalah
Masalah merupakan penyimpangan dari apa yang
diharapkan. Dapat dibedakan menjadi :
Masalah terstruktur dan tidak terstruktur.
Selain itu dapat dibedakan juga menjadi masalah rutin dan insidentil.
3. Situasi
Dapat
dibedakan menjadi faktor yang konstan dan tidak konstan.
4. Kondisi
Suatu
keadaan yang berlaku pada tempat atau dimana kegiatan itu berlangsung.
5. Tujuan
Selain faktor diatas, pendapat
lain mengenai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi adalah :
1. Keadaan interen organisasi.
2. Keadaan ekstern organisasi.
3. Tersedianya informasi yang diperlukan.
4. Kepribadian dan kecakapan pengambilan dan
keputusan.
Struktur
organisasi :
Struktur adalah cara sesuatu disusun atau
dibangun organisasi yang merupakan suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang
untuk mencapai sebuah tujuan.
Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan
hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam
menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan
dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Keputusan
manajerial
Pengambilan
keputusan (decision making) adalah proses identifikasi masalah dan kesempatan
kemudian memecahkannya. Pengambilan keputusan yang baik merupakan bagian vital
dari maanjemen yang baik, karena keputusan-keputusan yang menentukan bagaimana
suatu cara organisasi menyelesaikan masalah, mengalokasikan sumber daya dan
meraih sasaran
4
keputusan manajerial sebagai pembentuk
struktur organisasi :
Pembagian
kerja
Pendelegasian
kewenangan
Pembagian
Departemen
Rentang
Kendali
Pembagian
Kerja
Para manager
membagi seluruh tugas organisasi menjadi pekerjaan-pekerjaan khusus yang
tersusun dari aktivitas-aktivitas khusus. Secara ringkas dapat dinyatakan bahwa
pembagian kerja akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi melalui
minimisasi ketergantungan pada individu-individu tertentu atau perpindahan yang
percuma komponen-komponen pekerjaan besar
Pendelegasian
kewenangan (delegation of authority)
mengacu secara khusus pada kewenangan
pengambilan keputusan, bukan melakukan pekerjaan. Pendelegasian kewenangan
memiliki efek positif pada pengembangan manager professional, dan membawa iklim
persaingan dalam organisasi.
Pembagian
departemen :
Pembagian
departemen ini dapat dikelompokkan menjadi pembagian departemen berdasarkan
Fungsinya
(functional departementalization)
Wilayah
(geographic departementalization)
Produk
(product departementalization)
Pelanggan
(customer departementalization).
Rentang
kendali
jumlah
bawahan yang melapor kepada atasan. rentang ini merupakan satu faktor yang
mempengaruhi bentuk dan tinggi suatu struktur organisasi.
SUMBER BUKU : PROF. DEDDY MULYAN, M.A.,Ph.D. ILMU KOMUNIKASI, SUATU PENGANTAR, JULI 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar